Welcome to Sijang, Aspal
>> Tuesday, May 3, 2016
![]() |
![]() |
Asap rokok. Satu aspek yang sangat mengganggu di tempat publik seperti kendaraan umum, ruangan rapat, dan tempat makan. Dampak kecilnya asap rokok meninggalkan bau tak sedap yang menempel di pakaian. Dampak besarnya, asap rokok mengganggu kesehatan orang lain yang tidak merokok atau perokok pasif.
Banyak perokok yang tidak sadar bahkan tidak peduli pada hal ini. Menghindari asap rokok menjadi sebuah perjuangan. Saya mengalaminya sendiri di berbagai kesempatan. Paling mudah adalah mengedukasi suami tentang bahaya rokok. Sejak saya hamil, suami sekarang selalu merokok di luar rumah. Tapi ketika rapat sekolah dan tempat makan, saya harus siap kertas atau karton untuk mengipasi asap yang datang. Cara paling halus ini tidak membuat perokok-perokok itu tersindir. Sementara, sulit rasanya menyuruh-nyuruh orang yang tidak dikenal. Jika ada perokok (yang membaca ini) menyarankan saya pindah tempat, saya ingin bertanya,”Tahukah Anda asap itu menyebar kemana-mana?”
Berbagai bahaya menghirup asap rokok untuk ibu hamil dimuat di CDC.gov dan Telegraph. Menghirup asap rokok dapat menyebabkan berbagai kanker atau bakal kanker buat ibu dan janin. Asap rokok dapat menyebabkan melemahkan sistem kekebalan tubuh bahkan kematian prematur janin. Resiko janin menderita bibir sumbing, asma, jantung bawaan, dan keterbelakangan mental meningkat jika ibu hamil terpapar asap rokok. Sedangkan bagi bayi dan anak, bahaya penyakit bronkitis, pneumonia, infeksi telinga dan lambatnya pertumbuhan paru-paru juga mengancam.
Maka buat perokok, yang saya harap membaca ini, please please toleh kiri kanan sebelum Anda merokok. Jika Anda melihat ada ibu hamil atau anak-anak di sekitar Anda, tahanlah keinginan untuk merokok. Atau menjauh dari area itu. Saya tahu Anda punya hak untuk merokok. Anda punya pilihan untuk menjaga atau merusak kesehatan Anda. Tapi Anda tidak punya hak mengambil kesempatan orang lain untuk hidup sehat.
Saya juga tahu, harusnya dan idealnya ada area merokok untuk Anda para perokok. Harap maklum sajalah pada kondisi yang seringkali tidak ideal. Tidak ada juga hukum yang mengharuskan Anda untuk membantu orang lain. Saya hanya berharap Anda memilih rasa kasih terhadap sesama manusia apalagi wanita dan anak-anak. Ataupun jika Anda bukan perokok tapi bepergian bersama perokok, tolong ingatkan pasangan atau teman Anda tentang hal ini.
So, please please perokok, toleh kiri kanan sebelum menyalakan rokok Anda.
Ada suatu kegelisahan dalam hati saya beberapa minggu ini. Sebuah perasaan mencekam yang bahkan membuat susah tidur. Hanya satu kalimat yang terulang-ulang dalam hati.
Saya tidak mau Prabowo jadi Presiden.
Bukan kepala, tapi hati. Ini artinya saya tidak punya alasan yang jelas mengapa menolak Prabowo. Tapi lidah saya pahit kalau melihat berita-berita Prabowo di beranda Facebook. Semakin perasaan saya getir, nampaknya makin sering wajahnya muncul di timeline. Saya menghindar menonton TV One karena takut media milik ARB yang sekarang berkoalisi dengan Prabowo menjadi media yang tendensius.
Semakin saya menonton berbagai pembelaan tim sukses Prabowo terhadap jagoannya ini, semakin saya bingung. Karena saya sadar saya tak punya alasan kuat dan jelas menolak calon ini. Sementara saya tak biasa dengan subjektivitas.
Bukan di pemilihan 2014 ini saja keengganan akan Prabowo muncul. Sejak pilpres 2009, ketika Megawati menggaet Prabowo sebagai cawapres, saya juga memiliki ketakutan yang sama. Yang saya tahu, dia pernah terlibat kasus penculikan mahasiswa pada 1998. Periode kejatuhan Soeharto, kaisarnya Orde Baru.
Meski saya masih kecil di masa ini, saya ingat kuatnya cengkeraman politik Soeharto dan kroninya. Betapa sebuah kekuasaan melahirkan kungkungan. Saat kuliah, saya banyak membaca betapa sulitnya tumbuh menjadi orang bebas di era Orde Baru. Dan reformasi 1998 yang menjadi sebuah ledakan besar yang memberi ruang untuk bernapas. Dibanding di Malaysia, kebebasan informasi di sana membuat saya banyak bersyukur menjadi orang Indonesia.
Tapi masalah penculikan ini sudah dibantah oleh Prabowo melalui tangan kanannya, Fadli Zon. Dengan berbagai alibi dan tantangan yang masuk akal di kepala saya. Tapi seperti yang saya bilang, yang menolak Prabowo adalah hati, bukan kepala. Tak ada alasan rasional.
Sampai saya membuka Ayovote yang menulis Plus Minus kedua kandidat capres-cawapres. Di sana ada satu kalimat yang menyatakan Jokowi, tidak memiliki jejak di Orde Baru. Sesuai dengan rumus 40-60 Pak B.J. Habibie. Rumus 40-60 ini maksudnya pemimpin yang pas untuk Indonesia adalah di rentang usia 40 sampai 60 tahun. Di bawah 40 terlalu hijau dan di atas 60 masih punya keterikatan sangat kuat dengan zaman Orde Baru.
Ini, rupanya ini yang menjadi alasan betapa saya kuat menolak Prabowo. Saya orangnya tak mudah percaya. Ketika saya sudah tak percaya, insting saya menasehati untuk menghindari kemungkinan membuat kesalahan yang sama.
Saya tak punya bukti Prabowo akan menghadirkan Orde Baru lagi di Indonesia. Tapi saya tidak mau ambil resiko. Seperti ketika saya sedang PDKT atau pendekatan dengan seseorang dan saya tahu dia punya track record sering selingkuh, saya tak punya jaminan dia tak akan mengulang.
Saya yakin saya masih punya pilihan lebih baik!
![]() |
| Ruang sidangku: Calm before storm... |
![]() |
| "Oleh-oleh dari sekolah" |
![]() |
| "SMA tempat suamiku mengajar" |
![]() |
| "Beginilah jalan sepanjang 41 KM yang harus ditempuh suamiku tiap harinya" |
![]() |
| "Inspiring Teacher" |
jelang tengah malam
tinggal beberapa jam
masih terbayang bulan merah
di pagi hari
saat menuju pasar
kecantikan dan kengerian dalam satu hal
bahwa merah adalah pertanda
dan ia kerap berbahaya
jelang tengah malam
menjahit hati yang baret-baret
terjepit sana sini
oleh semua lakumu
jelang tengah malam
memangku laptop
tak mengindahkan bahaya radiasi
menelan bulat-bulat rasa kecewa
menyadari dalam hati cinta itu selalu ada
jelang tengah malam
memintal kemaafan
meski tak pernah terucap dari mulut yang menyesal
tapi demi ketenangan dan menghentikan air mata
aku harus memutuskan
mencoret setiap kesalahanmu
dengan pucuk pensil cinta yang kuraut
dengan keikhlasan
jelang tengah malam
jantung berdentam
pikiran tak bisa diam
aku memelukmu
sampai pagi
sampai berjumpa bulan merah lagi
Sambas, 2 Oktober 2012
Sepertinya sejak 1 Juni 2012 biaya komunikasi jadi mahal. Maklum tidak ada lagi SMS gratis ke semua operator. Makin susah kontak dengan ibuku dan saudara jauh. Apalagi sekarang aku LDR alias hubungan jarak jauh dengan ibuku. Kalau dulu tinggal SMS kalau habis masak nasi goreng enak. Sekarang SMS sering gagal karena kehabisan pulsa.
Sebenarnya murah juga kalau chat. Tapi artinya harus cari ponsel pintar baru yang cocok.
Buat aku ponsel pintar bukan ponsel yang mahal. Tidak mesti yang canggih dengan segala macam fitur seperti push-email yang akhirnya tidak pernah disentuh. Ponsel pintar itu harus gampang dioperasikan. Maklum, ibuku suka yang praktis. Lebih memilih model candy bar. Ukurannya jangan kebesaran seperti kebanyakan smart phone zaman sekarang.
Bagus untuk internetan. Soalnya kalau ada fitur internet tapi lambat, jadi malas juga. Waktu cari di Google ada Nokia Asha 202. Murah, di bawah 800 ribu. Tidak neko-neko. Unik juga karena dual sim card nya bisa diganti dari samping. Jadi tidak buka penutup belakang. Yang lebih keren lagi dia touch screen tapi ada keypad biasa juga. Yang buat ponsel ini makin menarik karena ada tawaran pintarnya.
Jadi di Nokia Asha 202, ada Paket bundling Indosat Mobile dan Nokia berisi Kartu Indosat Mobile dan handset Nokia yang kini hadir untuk para Wanita Indonesia dengan benefit GRATIS paket Hebat Keluarga Selama 30 Hari dan Layanan Info Wanita.
Kalau pakai paket Hebat Keluarga, komunikasi jadi murah. Jadi paketnya telpon gratis sepuasnya ke 4 nomor Indosat. Boleh pilih siapa saja. Syaratnya cuma isi 10 ribu sekali. Bisa dipakai sebulan. Kalau telpon-telponan dengan Nokia Asha 202 bisa tahan 5 jam bicaranya. Ada juga 200 SMS gratis ke semua operator setelah setelah pakai 500.
Enaknya juga karena ada bonus Layanan Info Wanita. Jadi ada fitur di ponsel Nokia Asha 202 itu yang bisa berikan info khusus untuk Wanita. Gratis setahun.
Indosat juga punya fitur Lacak. Cuma dengan masukkan nomor indosat, pengguna bisa tahu di mana lokasi yang punya kartu. Jadi kalau ada percobaan penipuan, ibuku bisa lebih pintar menghindarinya.
Nah, sudah ketemu solusinya. Tinggal beli Nokia Asha 202 yang ada Paket bundling Indosat Mobile dan Nokia berisi Kartu Indosat Mobile dan handset Nokia yang kini hadir untuk para Wanita Indonesia dengan benefit GRATIS paket Hebat Keluarga Selama 30 Hari dan Layanan Info Wanita.
*Tulisan ini diikutsertakan dalam Kontes "Ponsel Pintar untuk Perempuan Indonesia" yang diselenggarakan oleh EmakBlogger.
A shadow was lurking me
At first, I saw none
Though it's never gone
It kept me company
Day by day
This shadow looked more like me
a sense of familiarity
made us one entity
Yet the more we collided
the more fear grows inside
I ran
It followed
Well, after all it was my own shadow
One day, as if tired
This shadow started to vanish
And finally, I am able to breath
Though a strange feeling arises
That I am becoming more like it
Pontianak, 27 Juni 2011
All my life, I have never felt so shocked before.
sekali lagi
malam menelan senja
lampu merkuri
menyulap beringin menjadi ramah
bintang mengernyit
bulan mengintip dari celah kabel listrik
malam lelap
seekor burung gereja tersesat
gamam, gagap membaca arah
tak pernah ibunya membekali kompas
atau menyuruhnya menebar biji timun emas
dan ia lelah
berharap pada keajaiban
Pontianak, 19 Juni 2011
Lagi-lagi kisah baru berkaitan dengan Ariel dan Luna, pasangan seleb yang katanya memiliki video asusila. Sudah ratusan berita mengenai mereka dalam beberapa bulan terakhir. Inilah yang mungkin membuat OkeZone kehabisan kata-kata dan kehabisan sudut pandang.

For non-native students who want to apply for a scholarship in International universities, having TOEFL test is one of the requirements. Usually, the minimal score is 500. Some universities even target the minimal TOEFL score of 600.
Achieving those scores is not easy, though. There are three skills which must be mastered equally by the test takers. They are listening, structure, and reading comprehension. In the scoring, these three scores will be converted, added, multiplied by ten, and divided by three.
Thus, being good in one of the skill is not enough.
Many test takers complaint about how difficult it is to get good score from the test. Some people have experienced taking the same test for more than 10 times but nothing change. What is the real problem? One basic point to know about TOEFL test is it measures the knowledge of English from the test takers. Therefore, it is impossible to increase the score if the test takers did not enrich their knowledge about English. Merely learning from a book at a glance is not helping. Learning the materials altogether the night before the test is also futile effort.
The key is learning plan. Just like a football game needs game plan, TOEFL test does too. A student must have been aware of his own knowledge of English and his ability to absorb new material. Knowing this, only the person itself knows how long it takes to prepare for facing the TOEFL test. The next thing to do is searching as many materials to learn as possible. Internet provides many kinds of exercises from listening to reading comprehension. For listening, exposing self to English movies or radio talks, which are also available in the internet, improve learning ability.
Other than having good material sources, it is better to make dateline of learning. For example, I will master from page 1 to 30 in two days. Or I can finish reading ten texts and answer the questions in one day. Probably simple and everybody knows how to do it but only few who actually apply this method.
Finally, if a test taker is serious in doing those steps, undoubtedly the TOEFL score is going to increase. Good luck!
aku bukan Rendra
kalau aku mati
tak akan ada 1.200 orang mengantar jenazahku
tak ada puluhan karangan bunga
dunia akan berputar seperti biasa
maka aku tak boleh cepat mati
aku selalu melihat diriku sebagai narasi
memacu harapan terus abadi
maka aku tak boleh gantung diri
rendra tidak pernah mati
ia meninggalkan puisi*
maka aku terus menghitung berapa kali
aku menulis puisi
Pontianak, 28 Agustus 2009
*sebuah tulisan di karangan bunga untuk rendra dari komunitas sastra
Tanggal 31 Desember. Seorang anak manusia di tengah tumpukan pekerjaannya berpaling ke jendela. Ia berhenti menuliskan laporan akhir tahun, memberikan sedikit celah untuk bertanya pada diri sendiri,”Apa yang telah kulakukan pada hidupku?”
Di luar, mobil ngebut seolah tak ada hari esok. Truk pembawa kembang api mengklakson-klakson seperti jam 12 malam tinggal sedetik lagi. Pengendara motor menggeleng-geleng pada pengemudi sepeda, mungkin bertanya-tanya kenapa di hari sesibuk ini masih ada yang mau pakai sepeda.
Kaca memantulkan ia juga. Garis matanya telah timbul, rambut acak-acakan, dan perut buncit seperti Santa. Ia menghela napas.
“Ini yang kuperbuat pada diriku. Entah apa lagi.”
Pontianak, 31 Desember 2009
© Blogger template Simple n' Sweet by Ourblogtemplates.com 2009
Back to TOP