Showing posts with label Artikel. Show all posts
Showing posts with label Artikel. Show all posts

Sore, Sajak

>> Sunday, August 17, 2008

Tadi sore aku duduk di salah satu tempat makan favoritku bersama seorang penulis bernama Bang Wisnu. Suasana agak tenang dibarengi sejuk yang dibawa oleh hujan. Kami berbincang seolah teman lama. Selain itu, kami juga mengupas sajak-sajaknya yang tak usang meski ditulis hampir 10 sepuluh tahun lalu.

Aku tak melepaskan pandangan dari pria ini. Wajahnya yang jenaka membuat rasa segan yang kurasakan pada awal pertemuan menghilang. Dia tanpa ragu membuka satu demi satu topik menarik. Rasanya tak pernah kehilangan bahan yang menyenangkan untuk dibahas bila bersama penikmat sastra yang satu ini.

Perawakannya yang sedang-sedang saja dalam tinggi dan berat badan menjadi istimewa karena penampilannya. Bukan karena ia mengenakan jas atau kemeja. Tapi karena ia menggunakan celana pendek. Begitu santai dan sederhana. Padahal dia adalah salah satu penulis sastra yang cuku terkenal di Kalbar juga di negeri jiran Malaysia. Sungguh unik.

Baru beberapa menit duduk, dia segera membuka laptopnya. Tanpa ragu dia membacakan beberapa sajak sembari bercanda. Dia juga menunjukkan padaku sajak favoritnya. Tak lupa menjawab beberapa pertanyaan yang aku lontarkan.

Membaca dan berbincang mengenai karya Bang Wisnu membuat aku lapar batin. Ingin cepat pulang dan menulis puisi. Alhasil lahirlah puisiku berjudul “Menemanimu” yang memanglah tak sehebat tulisan puitik karya pria yang tak mau makan daging itu. Jauh sekali malah. Tapi mengingat ujaran Bang Wisnu,”Tulis saja semuanya, jangan sampai ada karya yang hilang”, segera aku tuangkan ideku yang masih mentah.

Semoga aku bisa belajar lagi di lain waktu pada pria satu ini, mengingat jadwalnya yang selalu padat. Mengikuti jejaknya menggaungkan kalimat Pram,"Menulis adalah bekerja untuk keabadian".

Read more...

Hormati Diri dengan Menghormati Bahasa

>> Wednesday, June 4, 2008

Para ahli linguistik mengatakan bahwa bahasa itu universal, dalam arti setiap bahasa memiliki persamaan antara satu sama lain. Ada kemiripan antara bahasa yang satu dengan lainnya. Jadi sebenarnya tidak ada satu bahasa pun yang baik dan bahasa yang jelek. Semuanya baik karena masing-masing memiliki karakteristik dan selama bahasa itu mampu menyampaikan pesan dan tidak kehilangan fungsinya, maka bahasa itu baik, bahasa itu indah.

Pada dasarnya semua bahasa itu bisa dipelajari. Namun tidak semua bahasa akan mampu menerjemahkan dengan tepat bahasa lainnya. Karena sebenarnya, bahasa terbentuk dari budaya manusia. Pasti ada beberapa kata tertentu yang tidak dapat mewakili bahasa yang lainnya karena perbedaan budaya yang signifikan. Misalnya, perbedaan budaya antara Indonesia dan Inggris. Di Indonesia terdapat budaya mencium tangan orang tua karena hormat. Bagaimana kata tersebut akan diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris? Memang tidak akan ada padanan yang tepat karena di Inggris atau bahkan dunia Barat, tidak ditemukan budaya yang demikian. Budaya mencium tangan, yang biasanya terjadi di sana, adalah bentuk penghormatan kepada seorang wanita yang dianggap cantik maupun mengagumkan.

Mungkin itulah kelemahan bahasa. Namun dari situlah, harusnya disadari bahwa bahasa yang paling tepat untuk suatu bangsa adalah bahasa asalnya. oleh karena itu, sangat aneh ketika pernah suatu wacana di sebuah situs jelas-jelas berdebat bahwa bahasa Indonesia itu jelek dan bahasa Inggris itu bagus. Bahwa bahasa Inggris lebih tinggi derajatnya. Bahwa bahkan dengan penguasaan bahasa Inggris yang pas-pasan akan mampu meningkatkan gengsi. Sangat konyol. Karena kalau saja disadari, semakin tidak mampu seseorang menggunakan bahasa dengan tepat, efektif, dan efisien, penialaian terhadapnya akan berbeda dari yang diharapkan. Bukannya tampak lebih pintar karena mampu berbicara sedikit dalam bahasa lain (sedangkan tidak mampu berbicara bahasa aslinya dengan benar), maka orang tersebut akan tampak semakin tidak terpelajar. Jika dia bertemu dengan wisatawan asing misalnya, dia akan dihadiahkan senyuman dan sebuah kalimat, "Don't push yourself too hard"

Karena sesungguhnya bahasa menunjukkan identitas. Bahasa menunjukkan bangsa. Dan seseorang yang menjunjung identitas aslinya akan lebih terhormat daripada seseorang yang terlalu memaksakan diri untuk menjunjung budaya asing.

Read more...

Sekelumit Kisah Pembelajaran

>> Monday, March 17, 2008

8 November 2007,

Saya mulai bekerja sebagai wartawan magang di Borneo Tribune, harian yang menurut saya sangat sesuai dengan idealisme saya. Suatu kebanggaan & pencapaian. Saya bangga karena ini adalah sebuah kemajuan. Dengan pengalaman yang saya dapatkan, saya dapat melebarkan sayap & wawasan saya terbuka. Bahwa dunia tak sekecil ruang yang saya sebut ingatan & menghadiahkan saya portal ke dunia luar.

Anyway, tentang idealisme, saya ingin bercerita sedikit. Tanpa bermaksud muluk-muluk, saya memang memiliki ketetapan hati mengenai hal ini. Saya sudah berniat belajar dari media yang mengusung kejujuran dan demokrasi serta komersil dalam batas kewajaran. Mengapa demikian? Sebab setiap yang saya pelajari hari ini, itulah yang mendasari pikiran saya ke depan, visi & misi saya.

Ibarat menumpang, saya harus sangat hati-hati. Tujuan harus sama agar tidak tersesat dan berhenti di tengah jalan.Akhirnya, saya merasakan bahwa menulis adalah upaya pembunuhan waktu yang paling jitu. Semoga membaca tulisan ini juga membuat Anda tetap produktif.

Read more...

Sepatah Dua Patah Kata Untuk Sang Guru

Belakangan ini rasanya ada yang kurang. Saya baca blog kok ada yang mengganjal. Rasanya ada yang luapa saya lakukan atau saya lupa nyatakan dalam blog ini.

Hmmm.

Hmmm.

Oooh iya, saya lupa menyatakan saya sudah selesai alias lulus magang di Borneo Tribune. Walaupun saya tak berkesempatan menjadi wartawan (hiks..hiks) karena saya masih mahasiswa semester 2 FKIP Pendidikan Bahasa Inggris Untan, Pontianak, saya tetap berbangga hati. Bayangkan bekerja di tengah orang-orang yang sungguh dahsyat seperti Bang Mering, Mbak Fitri, Bang Akim, Bang Muhlis, Bang Tanto, dan tentu wartawan lain yang sulit didiktekan satu persatu. Senangnya.... Dan tentu saja atas arahan langsung dari Pak Nur Is. Saya harus banyak bersyukur sepertinya.

Ada yang lupa saya dokumentasikan pada penutupan program Borneo Institute waktu itu.

Saya dan teman-teman berkesempatan bertemu seorang murid langsung dari Bill Kovach (maaf bila salah menuliskan nama), Bang Andreas yang tidak suka dipanggil Bang. Sayang sekali waktunya terlalu singkat. Mudah-mudahan saya diberi kempatan lagi belajar jurnalistik.

Ada satu hal yang paling saya ingat dari acara itu. Saya ditegur Andreas karena berkata dimulai dengan "Eng..Eng..".

"Jangan berbicara dengan embel-embel ehmm..karena itu menandakan kita ragu-ragu", ujarnya.

Hingga sekarang bila saya mulai menggunakan kata-kata hantu itu (kebiasaan buruk memang sulit diubah), saya langsung insyaf dan berhenti berbicara sejenak.

Terakhir saya ingin sekali berterimakasih pada Borneo Tribune yang telah memberi kesempatan pada saya belajar dan berkenalan dengan para wartawan. Semoga satu saat nanti saya bisa menjadi manfaat bagi Borneo Tribune dan Borneo.

Read more...

Mengapa Huesca?

>> Sunday, March 2, 2008



Banyak sekali yang complain belakangan ini dengan kata-kata yang sering saya gunakan untuk e-mail dan alamat blog. Mereka bilang nama yang saya gunakan sangat susah untuk diingat. Beberapa bertanya,"Apa sih artinya?"

Kata yang jadi sasaran protes-protes itu adalah huesca atau saya juga sering menuliskannya, Huesc4. Apa sebenarnya alasan saya hobi untuk menggunakan kata-kata aneh ini?

Sebelumnya saya ingin memperkenalkan makna Huesca terlebih dahulu. Sesuai yang dilansir oleh http://www.wikipedia.com/, Huesca (dibaca:Uesca, dalam bahasa Aragon;Osca dalam bahasa Katalan) ialah sebuah kota di Aragon, Spanyol timur laut. Huesca sekaligus ibukota provinsi dengan nama yang sama. Gambar di atas adalah gambar sebuah taman di kota Huesca. Huesca sendiri juga menjadi tujuan wisata karena merupakan sebuah kota yang unik dan indah.

Pertama kali saya bertemu dengan kata itu adalah dari sebuah buku puisi. Penulis kemudian mengutip bagian terakhir puisi Huesca, terjemahann Chairil Anwar. Entah sedang demam Chairil Anwar atau demam nama pena, saya mencomot kata itu.
Sederhana saja alasannya. Pertama, karena unik dan saya sendiri juga tak mengetahui kata itu sebelumnya. Kedua, karena ketika saya buat nama e-mail dengan kata Huesca, tidak ada embel-embel nama itu sudah terpakai oleh pelanggan Yahoo lain.

Jadi sebenarnya tidak ada alasan yang kuat dalam pemilihan nama ini. Namun, berhubung sudah menjadi Trademark, maka saya teguhkan hati untuk tetap menggunakan nama ini.

Read more...

EKSPEDISI KECIL ANGGOTA MUDA XXII MAPALA UNTAN

>> Sunday, February 24, 2008


Sebuah ekspedisi kecil diadakan oleh Organisasi Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Untan pada tanggal 23-24 Februari lalu. Lokasi yang dipilih adalah kawasan wisata alam Gunung Poteng, Kec. Singkawang Timur.
Tujuan diadakannya ekspedisi ini tak lain sebagai salah satu syarat pengangkatan status anggota dari calon anggota menjadi anggota muda. Tim ekspedisi kali ini terdiri dari 4 orang yaitu Erisman (FMIPA), Hatifah (FKIP), M. Chumaidi (FMIPA), dan Restu M. (FKIP).

“Sebelumnya kami harus mengikuti pradiksar dan diksar”, ujar Hatifah selaku ketua tim ekspedisi. Hatifah menambahkan, ada beberapa perlengkapan wajib dalam ekspedisi ini. Selain perlengkapan pibadi dan logistik, kompas, altimeter, dan peta juga tak kalah pentingnya. Alat-alat penunjuk arah tersebut sangat berguna dalam resection atau penentuan letak tepatnya suatu objek dalam peta.

Menurut M. Chumaidi yang akrab dipanggil Deden, meskipun kawasan wisata, medan yang dilalui relatif berat. “Kesulitannya terletak dari kecuraman medan. Semakin dekat dengan puncak gunung, kemiringan bisa mencapai 600”, jelasnya.

Dalam pendakian, anggota tim banyak mengandalkan bantuan akar-akar pohon. Meskipun demikian, akar pohon tersebut juga licin karena ditumbuhi lumut. Namun kendala-kendala tersebut tak menyurutkan semangat para pendaki. “Kami malah makin tertantang untuk bisa sampai di puncak”, ungkap Hatifah.

Setelah kurang lebih 4 jam, akhirnya sampailah tim di puncak Gunung Poteng. Di sana dilakukan prosesi pengangkatan tim ekspedisi ini menjadi anggota muda angkatan XXII Mapala Untan.

Selama perjalanan banyak hal-hal menarik yang ditemui tim ekspedisi. Misalnya spesies flora langka yaitu Raflesia Tuanmudae. Sayangnya bunga ini baru akan mekar 2 hari mendatang. “Yah, kami agak kecewa karena tidak bisa melihat bunga itu mekar. Kami juga tidak bisa menunggu karena bahan logistik kami terbatas”, sesal Restu.
“Selain itu, kami juga berkesempatan menyaksikan flora, fauna, dan pemandangan yang luar biasa di daerah sekitar Gunung Poteng. Semua itu memberikan pengalaman tak terlupakan bagi kami”, kata Hatifah sambil tersenyum simpul.

Read more...

MENYIKAPI BLOGGER YANG "NAKAL"

>> Tuesday, February 5, 2008

Ehm..ehmmm, Welcome to my blog, where democration is God and truth becomes the prophet.

Karena marque itu saya jadi enggan rasanya berkomentar tentang blog yang tengah booming saat ini, ihateindon.blogspot.com. Rasanya kuarang begitu perlu ya. Kan ada yang paling tahu tentang apa yang layak dan tidak layak. Apa yang patut dan tidak patut.

Bayangkan saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air, saya pikir penulis itu cuma salah ngomong dan salah bahasa. Saya cuma tidak habis pikir, kenapa ya Malaysia, bangsa yang mengaku besar, tapi etikanya masih begitu low? Lagipula blog itu kan buat para indon, not us, Indonesia.

Jadi teman-teman, jangan terpancing sama emosi ya? Zaman sekarang banyak sekali usaha-usaha untuk melemahkan dan memprovokasi kita. Oleh karenanya, bijaklah. Karena ketika kita terpancing, maka itulah yang diinginkan pihak-pihak yang kurang bertanggung jawab itu.

Saya sebenarnya hampir menangis membaca betapa bangsa saya dihina-hina. Tapi mengapa ini jadi begitu sakit? Ya karena ini beberapa bagian dari tulisan itu benar, meski sebenarnya hanya masalah yang dibahas cuma itu-itu saja. Tapi di sinilah kemampuan dan kedewasaan kita diuji. Mengapa kita harus bingung dan kebakaran jenggot? Kita tidak perlu banyak alasan.Yang kita perlukan hanyalah menunjukkan bukti.
Tunjukkan bahwa kita adalah bangsa yang tidak cengeng. Bahwa kita bukan plagiat. Bahwa kita kreatif dan masalah yang kita hadapi membuat kita semakin kuat. Ingat, masih ada satu yang kita punya, harga diri.

I hope all of my friends who have a intention to make blog to againts this that blog, will realize that is not a proper way. Let’s defeat the blog with mature ways. Remember to give spirits to our contingen in SEA Games. It is the best answer for that humiliation.
At last, I just want to say, IHATEINDON.BLOGSPOT.COM, Oooo....Tidak!!! Usah Repot.

Read more...

Ketika Saya Tak Bisa Bicara

>> Monday, February 4, 2008

Komunikasi adalah bagian dari budaya manusia. Komunikasi terbagi menjadi dua bentuk, lisan dan tulisan. Meskipun tulisan adalah bentuk komunikasi yang tahan lama, namun komunikasi lisan atau berbicara tak bias dilepaskan dari kehidupan manusia. Hal ini disebabkan berbicara adalah komunikasi dasar yang menjadi kebiasaan manusia dan proses belajar pertama sejak dia lahir.”

Akan sangat menyakitkan ketika seseorang kehilangan kemampuan berbicara atau suara secara permanent atau sementara. Apalagi jika hal tersebut terjadi secara tiba-tiba.

Itulah yang saya alami semenjak dua hari lalu sepulang dari mengikuti PPM. Suara saya menghilang, “dicuri" oleh pergantian cuaca yang drastis, hujan dan panas. Apalagi di alam yang terbuka, perubahannya sangat terasa. Belum lagi angin yang mendera karena kemah kami berada di daerah dekat pantai. Semuanya berhasil mengganggu kemampuan saya berkomunikasi lisan dengan nyaman.

Kenyataan yang lebih menyiksa, saya adalah seorang yang talkative. Maka saat ini, saya harus puasa dari berbagi berbagai hal dengan orang-orang di sekitar saya. Bagi banyak orang yang mengenal saya pasti tahu betapa tersiksanya saya. Selama ini saya tak pernah diam lebih dari 10 detik pada saat saya sadar atau tidak tidur. Apabila tidak ada orang yang saya ajak bicara, saya bahkan bias bicara dengan diri saya sendiri.

Namun sekarang saya hanya bisa berbisik-bisik. Baru saja saya marah pada seorang teman. Bukan karena hal besar sebenarnya. Masalahnya, dia memaksa saya untuk menelepon dia. Akibatnya, saya harus berteriak-teriak karena suara saya hilang.

Yang lebih parah, saya kesulitan berbicara dalam bahasa Inggris. Teman saya yang lain, Yadi, menghubungi saya dan mengeluh tak mengerti apa yang saya bicarakan karena suara saya tidak jelas. Akhirnya saya terpaksa harus memutus sambungan telepon dan mengetik pesan untuknya diikuti ucapan maaf karena telah membuat dia tak bisa berkomunikasi dengan lancar.

Saya menyerah. Saya memilih bersabar dan menulis pada kertas yang ada sembari menunggu suara ini, nyawa kedua saya, “pulang”. Semoga saya bisa cepat berbicara pada dunia.

Read more...

Perkembangan Teknologi Komunikasi

Komunikasi adalah kebutuhan dasar bagi setiap manusia dalam kelangsungan hidupnya. Hal ini mengingat manusia adalah makhluk osial yang membutuhkan interaksi dengan manusia lainnya. Manusia memiliki frekuensi komunikasi yang tinggi, lisan maupun tulisan. Padahal keterbatasan jarak dan waktu menjadi penghalang kelancaran manusia dalam berkomunikasi. Untuk itu, manusia dengan kecerdasan yang mereka miliki, terus memproduksi dan mengkonsumsi sejumlah piranti komunikasi.

Telepon genggam adalah salah satu piranti komunikasi yang dimaksud. Benda ini tentu bukanlah barang asing di era globalisasi ini. Untuk memenuhi nilai praktis dan efisien telepon genggam dan memudahkan aktivitas komunikasi para pengguna, saat ini telepon genggam dilengkapi dengan fitur SMS, MMS, Video Call, dan Internet.

Telepon genggam bahkan mampu membuat keajaiban. Dengan fasilitas Video Call, para tuna rungu dan wicara akhirnya dapat “berbicara lewat telepon genggam. Melalui layar telepon, mereka dapat mengirimkan isyarat kepada orang lain. Kemajuan ini dapat dikatakan signifikan dan positif karena mampu menjembatani keterbatasan manusia.

Sayangnya, teknologi masih terasa mahal. Selain tariff pemakaiannya, perangkat dengan fitur lengkap seperti yang telah disebutkan sebelumnya minimal berharga di atas 2 juta rupiah. Mengukur kemampuan ekonomi masyarakat Indonesia, nilai yang harus dibayar agaknya terlampau tinggi. Oleh karena itu, dapat dikatakan teknologi dewasa ini masih menjadi “milik” masyarakat kelas menengah ke atas.

Read more...

LBSK IV SUKSES DIGELAR FMIPA UNTAN

>> Thursday, December 13, 2007

Lomba Bidang Studi Kimia (LBSK) IV diselenggarakan di Auditorium Untan kemarin, 12-13 Desember 2007. Ajang kompetisi yang mengusung tema “Membangun Jiwa Scientist Bersama Kimia” ini diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Kimia (Himki) FMIPA Untan.

Semula acara ini menargetkan lebih dari 200 peserta untuk berpartisipasi dalam LBSK. Namun sayangnya menurut Heru Heryono, selaku ketua panitia, tahun ini hanya diikuti 67 peserta dari 17 sekolah. Jika diukur dari wilayah, hanya 4 kabupaten saja yang mendaftar yaitu kabupaten Landak, Sambas, Singkawang, dan Pontianak.

Tidak tercapainya target disebabkan banyak faktor. “Sekolah sebenarnya antusias terutama dari kabupaten tapi mereka terkendala akomodasi”, ujar Heru. Ia menolak jika kurangnya sosialisai dijadikan alasan karena sosialisaasi sudah diadakan jauh sebelum hari pelaksanaan.

“Kami juga kesulitan karena ada bentrokan jadwal sekolah dan LBSK. Mereka sedang ulangan semester dan remidial”, kata Heru. Pernyataan ini juga diperkuat oleh Dra. Harlia Djuhardi, M.Si, Pembantu Dekan III FMIPA Untan. “Kami juga menjaga agar tidak berdekatan waktunya dengan Pilkada”. Baliau menambahkan, LBSK diharapkan menjadi ajang yang bergengsi sekaligus warming-up untuk olimpiade.

LBSK IV dimulai pukul 9.00 dan diawali penyerahan piala bergilir oleh SMA Negeri 1 Singkawang. Kemudian LBSK IV dibuka oleh Kepala Departemen Pendidikan Nasional yang diwakili oleh Drs. Suwarto. Panitia juga menyiapkan pertunjukkan berupa tarian yang ditampilkan oleh mahasiswa kimia angkatan 2007.

Acara kemudian dilanjutkan dengan babak penyisihan berupa tes tertulis yang wajib diikuti seluruh peserta. “Soalnya berjumlah 50 dan hanya berasal dari bidang studi kimia dari kelas X-XII” ujar Mahmud Jamroni selaku koordinator tim pembuat soal. Tes ini dimulai pukul 10.30-13.00. Hasil tes inikemudian diproses dan diumumkan padatanggal 13 Desember.
Dari seluruh peserta akan dipilih 27 orang dengan nilai terbaik. Mereka kemudian akan mengikuti babak cepat tepat.

“Dari 9, dikurangi lagi jadi 6 untuk bertanding dalam Chemistry in English”, jelas Heru. 3 peserta terbaik kemudian akan berkompetisi di final. Babak final terdiri dari babak pertanyaan dan analisis percobaan. Di babak inilah diperlukan pengetahuan dan wawasan luas tentang ilmu kimia.

Pada jam-jam istirahat, acara diisi oleh materi pelatihan karya tulis oleh dosen FMIPA sendiri, Ari Widoantoro, SSi, MSi. Selain itu juga diselingi hiburan berupa parodi, musik, modern dance, door price, dan musik kontemporer. Panitia juga menyiapkan makanan untuk peserta dan stiker sebagai kenang-kenangan.

Peserta sendiri mengaku acara ini lumayan baik. Olivia Johanna, dari SMAK St. Petrus, mengatakan soal dari tes tertulis cukup baik. “Hanya kurang valid dan kurang jelas”. Mengenai pelaksanaan, Olivia mengatakan tidak ada keterlambatan.

Di akhir acara, dilakukan pembagian sertifikat untuk setiap peserta dan pengumuman penerima PMDK untuk 10 peserta dengan nilai tertinggi. Setelahnya barulah diumumkan pemenang LBSK IV. Ternyata SMAK St. Petrus meraih dua peringkat yaitu juara II dan III atas nama Delia dan Pamela. Sedangkan juara I diraih oleh SMAK Immanuel oleh Lydia Natalia.

“Saya tidak menyangka bisa menang”, ujar Lidya yang mengaku baru saja mengikuti Olimpiade. Serupa dengan peserta lain, Delia mengaku tidak melakukan banyak persiapan. Pernyataan itu diperkuat oleh Pamela,“Saya hanya mengingat-ingat”.(B04)

Read more...

SMAN 1 SINGKAWANG, OPTIMIS MENANG KEMBALI TAHUN DEPAN

Meraih sesuatu memang lebih mudah daripada mempertahankannya. Jargon ini agaknya sesuai dengan keadaan yang dialami oleh SMA Negeri 1 Singkawang. Piala bergilir yang tahun lalu dibawa pulang dengan penuh perjuangan tampaknya harus diikhlaskan kepada SMAK Immanuel, peraih juara pertama tahun ini.

“Ini bukan kegagalan namun merupakan sukses yang tertunda”, ujar Asep Sarifudin, guru pembimbing SMA N 1 mengutip pepatah lama.

Ia menyatakan bahwa kali ini memang kurang dipersiapkan secara matang. Selain itu, siswa juga kurang memotivasi diri mereka. “Kadang saya agak terlambat untuk memberikan bimbingan, mereka bukannya belajar, malah sedang diskusi hal-hal lain”, ujar Asep sambil tersenyum.

Tapi ia menegaskan semuanya tidak serta merta harus ditimpakan pada para siswa. Waktu pelaksanaan yang bersamaan dengan ulangan semester juga membuat para siswa tidak fokus. Hal ini diutarakan pula oleh salah seorang peserta, Kurnamanto,”Kami sedang ujian jadi susah belajar dan bagi waktunya”.

Beberapa peserta lainnya mengaku tidak belajar banyak karena faktor yang sama. Tapi mereka menyatakan kali ini akan mereka gunakan untuk mencari pengalaman.

Kurnamanto juga menyayangkan kurangnya dukungan sekolah. “Untuk jatah dua hari kami cuma diberi makan sekali perhari”, kisahnya. Begitu pula tempat tinggal. Beberapa peserta harus menumpang di rumah atau kos kenalannya. Vera, salah seorang panitia mengatakan,”Mereka ada yang tinggal di kos saya sementara”.

Meskipun demikian, SMA Negeri 1 Singkawang tak kehilangan bibit. Robi Maulana Saputra adalah satu-satunya siswa dari SMA ini yang mampu menembus hingga 6 besar. “Sebenarnya soalnya tidak susah. Cuma saya ragu”, sesalnya. Untuk itu, Rio berencana akan ikut lagi tahun depan. Dia termotivasi untuk memboyong kembali piala bergilir dari Dekan FMIPA Untan tersebut. Dia mengatakan perlunya persiapan yang matang untuk kesempatan yang akan datang. “Kami sudah tahu dari sebulan yang lalu. Hanya saja kami tidak tanggap”, komentar Rio.
Pernyataan tersebut dibenarkan oleh Asep. Beliau mengatakan tahun depan dia akan lebih mempersiapkan tim ini secara intensif. “Sebenarnya ada seorang siswa yang kami jagokan tahun ini. Sayangnya, sebelum sempat mengikuti kegiatan ini, dia sudah meninggal karena kecelakaan”, kata beliau prihatin.

Beliau juga mengharapkan dukungan lebih besar dari semua pihak seperti Pemda Singkawang, Dinas Pendidikan Nasional, atau sponsor. Mengenai kurangnya dukungan dari sekolah, beliau merasa tidak terlalu berpengaruh. “Intinya kami kurang persiapan”, ujar Asep menutup pembicaraan.

Read more...

KECEMASAN MELANDA PASCA PILKADA

>> Thursday, December 6, 2007

Kecemasan mewarnai detik-detik pengumuman hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) kemarin (27/11). Bukan hanya dari para pelaku politik tapi juga masyarakat awam. Misalnya para mahasiswa Universitas Tanjungpura dan Politeknik Pontianak yang terletak tak jauh dari KPU.

“Lumayan takut juga, kan ini pilkada pertama. Lagipula sepertinya banyak isu-isu yang mengindikasi pada kerusuhan”, ungkap Riya Yulharmaini, mahasiswa FKIP Untan. Komentar serupa juga disampaikan beberapa mahasiswa yang harus pulang pergi melalui KPU. Dian yang bertempat tinggal di daerah dekat Bandara Supadio mengatakan dia merasa khawatir akan ada kerusuhan untuk mengkritisi hasil Pilkada. Meski demikian, dia merasa belum perlu untuk menggunaan jalur alternatif.

Bukan hanya mahasiswa, orang tua dari para mahasiswa pun ikur ketar-ketir. Apalagi orang tua mahasiswa yang berasal dari daerah. Hal ini disebabkan jauhnya jarak dan ketidaktahuan para orang tua bagaimana keadaan sebenarnya di Pontianak. Namun hal yang paling bisa dilakukan beberapa orang tua hanya meninggalkan pesan. “Orang tua saya hanya berpesan agar saya hati-hati. Kalau kurang penting, sebaiknya jangan kemana-mana”, ujar Ratna, mahasiswa asal Ketapang, menirukan pesan orang tuanya.

Dewi Nuryati, seorang pegawai keuangan, menyatakan kekhawatirannya pada keadaan yang sedang rawan ini. “Anak saya itu cuma satu-satunya, perempuan lagi, makanya saya takut kalau sampai terjadi apa-apa”, katanya menegaskan. Sama halnya dengan Maimunah. Beliau bahkan menyesalkan kurangnya kebijakan dari Universitas. “Mungkin akan lebih aman apabilah anak kami diliburkan sebab ini adalah Pilkada pertama jadi lebih baik kita waspada”, usul ibu dari dua mahasiswa Untan ini.

Sedikit berbeda, ada pula orang tua yang yakin akan keamanan pasca Pilkada. Mayarianty, mahasiswa Politeknik, mengatakan orang tuanya tidak merasa khawatir karena percaya pada kinerja kepolisian. (B04)

Read more...

BEM FKIP KEMBALI GELAR DISKUSI PENDIDIKAN

BEM FKIP Untan kembali menggelar diskusi bertema “Bersama Guru Membangun Bangsa” kemarin, (6/12). Agenda ini diadakan menyusul perayaan HUT PGRI ke-62 tanggal 25 November lalu.

“Kami bekerjasama dengan Drs. M. Ali, M.Si, ketua Pendidikan Dasar Luar Sekolah dan Olahraga (Diksepora)”, jelas Kartini, Menteri bidang Riset dan Pendidikan BEM FKIP.

Menurut Kartini, target peserta diskusi ini adalah mahasiswa angkatan 2005, 2006, dan 2007. Tujuannya adalah meningkatkan kecerdasan bagi mahasiswa FKIP yang identik sebagai calon guru. Dengan demikian, mahasiswa akan mendapat ilmu baru mengenai hak dan kewajibannya sehingga dapat mengembalikan tujuan awal guru sebagai pengajar dan pendidik.

Pembicara yang diundang adalah Drs. Syarif M. A. dan Dra. Syarifah Salma. Keduanya adalah pengurus PGRI Pontianak. Drs. M. Ali yang dijadwalkan hadir ternyata berhalangan karena harus berangkat ke Jakarta.

Materi yang disampaikan adalah mengenai sejarah PGRI, peran, fungsi, dan kondisi guru saat ini. Dikatakan oleh Dra. Syarifah Salma, Indonesia menemapti urutan ke-27 pada Human Development Index (HDI). “Memang variabelnya bukan hanya dari pendidikan, tapi tak dapat dipungkiri pendidikan berbanding lurus nilainya dengan kemajuan”, ujar Salma menambahkan.

Sayang sekali peserta yang dapat hadir hanya 19 orang yang terdiri dari mahasiswa dan panitia sendiri. Ketika ditanyakan mengenai penyebabnya, panitia menjawab acara diskusi memang kurang mendapat perhatian dari mahasiswa.

Vina, mahasiswa angkatan 2007 merasa penyebabnya adalah kurangnya publikasi. Saat ditanya, Hadidi, presiden BEM FKIP membantah kurangnya publikasi karena sudah ada pemberitahuan pada tiap himpunan mahasiswa dan penyebaran leaflet juga info yang ditempel di mading.
Namun Nurazizah, mahasiswa prodi pendidikan Kimia, menyatakan dia tidak mengetahui adanya acara ini. “Tadi saya lewat baru tahu ada acara ini”, tambahnya. Ia menggeleng saat ditanya apakah ada info di mading kampus.

Saat dikonfirmasi ulang, panitia baru menyampaikan tidak adanya info mading yang ditempel karena keterlambatan panitia untuk menempel info tersebut. Hadidi berdalih, publikasi juga bukan alasan mutlak banyaknya peserta suatu kegiatan.

Mengenai isi acara, Teti, mahasiswa prodi Bahasa Inggris mengatakan,”Materinya kurang tersampaikan karena pembicara kurang atraktif”. Siti Syarifah, mahasiswa angkatan 2007 lainnya menimpali,”Kakak panitianya ada yang borong pertanyaan sampai 4atau 5 pertanyaan, jadi waktu sudah keburu habis”.(B04)

Read more...

HIMKI SIBUK SIAPKAN LBSK IV

Himpunan Mahasiswa Kimia (Himki) FMIPA Untan akan menggelar kembali Lomba Bidang Studi Kimia (LBSK) IV. Bertempat di Auditorium Untan, rencananya agenda tahunan ini akan dilaksanakan pada tanggal 12-13 Desember 2007 ini.

Seperti dituturkan oleh Heru Haryono selaku ketua panitia, latar belakang diadakannya kegiatan ini adalah meneruskan kegiatan rutin yang diadakan selama tiga tahun. Setiap tahun, menurut Heru, diusahakan ada peningkatan. LBSK I melibatkan peserta dari tingkat SMA dan sederajat sekotamadya. Sedangkan LBSK II diikuti peserta SMA sederajat dari kota madya dan kabupaten.

LBSK III yang diadakan tanggal 2-3 Desember tahun lalu adalah bentuk peningkatan yang signifikan dari penyelenggaraan LBSK. Pada saat itu, panitia melibatkan peserta SMA sederajat se-Kalimantan Barat.

“Kami ingin mengubah image kimia yang sering dianggap sulit oleh para siswa SMA”, jawab Heru saat ditanya mengenai tujuan kembali dilaksanakannya LBSK tahun ini.

Panitia LBSK optimis menargetkan 200 peserta untuk LBSK kali ini meski hingga saat ini baru 20 peserta dari Ngabang dan Sambas yang mendaftar. “Kami sudah sangat giat melakukan publikasi”, kata Heru. Publikasi tersebut dilakukan melalui media cetak dan surat yang ditujukan langsung pada setiap sekolah.

Mengenai jumlah peserta, tidak dibatasi. Jadi setiap sekolah bebas mengirimkan sebanyak mungkin siswanya dengan membayar biaya registrasi Rp 25 ribu per orang.

Hadiah bagi pemenang 1, 2, dan 3, diberikan dalam bentuk beasiswa berupa tabungan, tropi, piala tetap dari Dinas Pendidikan Provinsi, dan Piala Bergilir dari Dekan FMIPA Untan. 10 peserta dengan nilai tertinggi akan memperoleh PMDK. Sedangkan bagi peserta yang berpartisipasi tetap akan membawa pulang sertifikat, tanda pernah mengikuti LBSK IV.(B04)

Read more...

FKIP TAK IKUT LATAH ISU GLOBAL WARMING

>> Wednesday, December 5, 2007

Populernya isu Global Warming dan imbauan dari walikota dan rektor mengenai penanaman pohon tampaknya tak banyak berpengaruh pada FKIP Untan.

Pasalnya, FKIP telah memulai upaya penanaman pohon tersebut selama lebih dari setahun yang lalu. Hal ini berkenaan dengan inisiatif dari Dekan FKIP, Dr. Aswandi, untuk membuat sebuah kampus dalam taman. Seperti dalam wacana yang dibuat beliau, kampus dalam taman berarti pembentukan atmosfir selain dari pendekatan fisik maupun psikologi.

Dengan memperbaiki lingkungan fisik dan psikologi, dapat terjadi peningkatan kualitas pembelajaran. Daniel H. Pink dalam bukunya “A Whole New Mind” terbitan 2006, mengungkapkan dengan usaha tersebut, terjadi peningkatan hasil test peserta didik sebesar 11 persen. Hal ini dibuktikan oleh Universitas Georgetown melalui studinya.

Dalam wacananya, beliau juga menulis, para pakar pembelajaran bersepakat bahwa kampus yang dapat digunakan untuk memperoleh dan mengkonstruksi ilmu haruslah dianggap tempat yang menyenangkan. Khususnya bagi peserta didik agar ia memperoleh pengetahuan yang lebih baik dan bermakna. Semua itu dapat terwujud dengan pembuatan taman yang sifatnya multifungsional. Sebabnya, taman diyakini sebagai tempat yang menyenangkan seperti istilah taman firdaus.

Dalam tamannya, direncanakan akan ditanam berbagai tanaman rindang dan buah-buahan. Intinya, FKIP berusaha membentuk tempat yang bernuansa hijau selayaknya ruangan hijau. Ruangan hijau dipercaya dapat memulihkan fokus intensif untuk belajar dan bekerja. Pernyataan ini dikutip dari artikel Jennifer Ackerman yang dimuat dalam national Geographic edisi Maret 2007.

Selain itu, tersedia tempat alternatif untuk belajar disamping perkuliahan di dalam ruangan. Proses ini sudah berjalan dengan baik dan cukup efektif. “Belajar di taman bisa jadi bentuk rekreasi dan penghilang rasa bosan”, ujar Siti Syarifah, mahasiswa asal Sintang ini. dia merasa lebih bebas dalam berdiskusi saat belajar di taman. Situasi formal juga tetap terjaga sebagaimana situasi di dalam ruangan.

Aswandi juga mengimbau mahasiswa, dosen, dan karyawan untuk ikut menanam tanaman yang mulai langka di Kalimantan Barat seperti pohon tengkawang, pohon belian, dan lainnya. Setelahnya, pohon itu akan dirawat sepenuhnya oleh tenaga perawatan yang dibiayai pihak kampus secara intensif selama setahun. Kemudian di bawahnya, akan dibuat tempat duduk bertuliskan nama penanamnya sehingga kelak dapat menjadi kenangan bagi keturunan si penanam itu.

H. Murni Safwan, pegawai BAPSIS Rektorat Untan mendukung sepenuhnya program ini. karena banyak sekali keuntungan dari penanaman pohon seperti pohon tengkawang. “Tengkawang itu apabila sudah tinggi dan subur, dapat melindungi satu lapangan sepakbola dari sinar matahari”, katanya sambil tersenyum.(B04)

Read more...

FMIPA GELAR AGENDA PELATIHAN

>> Sunday, November 25, 2007

Pelatihan jurnalistik betema “Pelatihan Intensif Jurnalistik Tim Buletin FMIPA” akhirnya digelar kemarin, Minggu (25/11), di sebuah ruangan kampus Fakultas MIPA Untan. Acara yang dijadwalkan dimulai pukul 07.30 tersebut mengalami keterlambatan selama setengah jam. Hal ini disebabkan kendala-kendala kecil seperti persiapan perangkat dan kelengkapan unsur acara. Namun kendala tersebut tidak menghalangi kelancaran agenda yang diprakarsai oleh BEM FMIPA ini.

Acara dimulai dengan sambutan dari Dra. Harlia, M.Si, Pembantu Dekan III FMIPA Untan. Dalam sambutannya, beliau mengucapkan terima kasih pada pemateri dan Tribune Institute yang sudah bersedia hadir dan membagikan ilmu pada tim buletin. “Saya pada dasarnya sangat mendukung kegiatan ini”, ujarnya sambil memberikan motivasi. Sebab, menurut beliau, kegiatan ini sangat bermanfaat dan diperlukan dalam pembelajaran ilmiah dan disiplin ilmu secara keseluruhan. Beliau juga menyampaikan saaat ini proposal yang diajukan mengenai pembuatan buletin ini sedang diproses untuk dibicarakan dengan Dekan. Sambutan ini sekaligus membuka acara pelatihan intensif jurnalistik selama 3 minggu ke depan.

Acara pelatihan ini dilanjutkan dengan pemberian materi oleh A. Alexander Mering selaku pembicara dari Tribune Institute. Beliau menyampaikan motivasi sekaligus merubah pandangan para peserta tentang minimnya penulis dan kegiatan kepenulisan di Kalbar. “Banyak sekali hal-hal yang tidak terdokumentasi oleh media Kalbar karena kita kekurangan penulis”, jelasnya.
Selain itu, beliau juga memberikan materi tentang fungsi pers, pengenalan wartawan, dan kode etik wartawan. Beliau menekankan perlunya bagi setiap orang untuk menulis karena tulisan adalah media yang kuat dan awet. Bagi yang tertarik untuk menulis maka langkah selanjutnya mereka harus rajin membaca. Keduanya harus berjalan beriringan karena membaca adalah proses input dan menulis adalah output.

Kegiatan ini diikuti oleh 7 orang dari 10 orang yang ditargetkan datang. Dalam kegiatan ini juga diselingi tanya jawab yang berlangsung dengan baik. Sayangnya, karena kurangnya koordinasi dan penataan waktu, acara jadi agak kurang teratur. Hal tersebut mengakibatkan tidak adanya istirahat sehingga peserta menjadi bosan. Ini diungkapkan oleh Ferawati, peserta dari Program Studi Matematika angkatan 2006. Sedikit berbeda dengan peserta lain. “Menarik dan sangat memotivasi”, komentar Navira, mahasiswa program studi Kimia angkatan 2006.

Read more...

Tentang Kupu-Kupu (kompas.com)

>> Monday, November 19, 2007


Di dunia terdapat lebih kurang 20.000 spesies kupu- kupu, dengan Brasil sebagai pemilik keragaman jenis terbanyak. Maklum, Brasil punya hutan hujan tropis Amazon yang memang luar biasa kandungan flora dan faunanya.

Namun, Indonesia sebenarnya tidak kalah. Justru karena terdiri lebih dari 17.000 pulau, ada pemisahan habitat kupu- kupu sehingga makin tinggi ragamnya. Dengan sekitar 2.500 jenis kupu-kupu, Indonesia menjadi negara kedua pemilik kupu-kupu terbanyak di dunia, 50 persennya adalah kupu-kupu endemik yang berarti hanya ada di tempat itu.

Kupu-kupu berkaitan erat dengan lingkungan. Tidak hanya karena lingkungan yang rusak membuat populasi kupu- kupu berkurang, tetapi tanpa kupu-kupu, hutan juga berkurang keanekaannya. Pasalnya, kupu-kupu seperti halnya serangga lain dan kelelawar membantu penyerbukan tanaman yang menjaga dinamika hutan.

Seekor kupu-kupu dewasa rata-rata berumur satu bulan. Kupu-kupu di alam umurnya lebih pendek karena predator, penyakit, maupun benda bergerak yang lebih besar seperti mobil. Walau begitu, seperti yang dipaparkan North American Butterfly Association, ada juga yang ekstrem seperti kupu-kupu monarch, mourning cloak, dan tropical heliconian yang bisa hidup hingga sembilan bulan. Sebaliknya kupu-kupu terkecil hanya berumur satu minggu.

Kupu-kupu hidup dari nektar bunga meski ada juga jenis yang tidak pernah mengunjungi taman bunga dan lebih suka makan getah tumbuhan, bagian hewan yang membusuk, atau materi organik lainnya.

Namun, kupu-kupu harus dibedakan dengan ngengat. Keduanya memang termasuk keluarga serangga yang disebut Lepidoptera dan memiliki beberapa ciri yang mirip, termasuk sayap yang bercorak. Bedanya, sayap kupu-kupu lebih berwarna-warni dan mencolok dibandingkan dengan sayap ngengat yang buram kecoklatan. Kupu-kupu juga aktif pada siang hari, sementara ngengat pada malam hari.

Perbedaan lainnya adalah antena kupu-kupu yang tajam dengan tonjolan seperti tongkat golf, sementara antena ngengat seperti kawat lampu yang ditempel di kepalanya.

Read more...

BHRF XIII, Digeber 30 November

Borneo Hard Rock Festival (BHRF) XIII bakal digeber lagi pada 30 November-1 Desember 2007 mendatang. Acara yang dipelopori Himpunan Mahasiswa Program Studi Bahasa Inggris, English Student Association (ESA) FKIP Untan merupakan festival Hard Rock terkemuka dan tertua di Kalbar.

“Ini adalah kegiatan tahunan sejak tahun 1994,” kata Ketua Panitia BHRF, Boris Pasaribu, Sabtu (17/11) kemarin.

Acara ini bertujuan untuk mengapresiasikan penggunaan bahasa Inggris melalui seni musik.
Bagi para musisi, acara ini bermanfaat untuk meningkatkan tehnik permainan musisi lokal dan kemampuan mereka khususnya untuk lagu yang berbahasa Inggris.

Saat ditanya mengenai target peserta, Boris Pasaribu selaku ketua panitia, menetapkan minimal 20 peserta diharapkan dapat berpartisipasi.

"Sayangnya peminat Hard Rock saat ini minim", ujar Boris.

Ini adalah salah satu kendala yang dialami panitia. Selain itu, ada beberapa acara serupa yang diadakan pihak lain dalam waktu yang hampir bersamaan.

Diharapkan ajang seperti ini dapat memunculkan bibit-bibit baru yang berkualitas. Tentunya dalam genre musik Hard Rock.

Acara ini didukung Djarum LA Lights, Amazone, RM Mejuah-juah, Pocari Sweat, Ruai TV, Vista Radio, Dunkin Donuts, Aufagrafis, Danrem 121 ABW, dan Rektor Universitas Tanjungpura. (B04)

Read more...

TELKOMSEL GELAR WORKSHOP SEHARI

Ternyata Telkomsel memiliki kepedulian yang besar terhadap masa depan konsumen kartu As yang pangsa pasarnya adalah remaja maksimal usia 22 tahun. Bekerjasama dengan Radio Vista, kepedulian ini diwujudkan dalam bentuk workshop besifat edukasi bertajuk “1 Day 4 d’Future” Minggu (18/11) lalu di Hotel Santika Pontianak yang merupakan lanjutan dari acara serupa yang diadakan di Manado pekan sebelumnya. Tema edukasi diangkat mengingat kurangnya acara dengan tema ini yang pernah diadakan.

Indra Syahrial, salah seorang karyawan Telkomsel di bagian Costumer Relation Management (CRM) Grapari Pontianak, mengatakan acara ini merupakan suatu bentuk loyalitas Telkomsel kepada para pelanggan khususnya pengguna kartu As. Dengan acara ini, Telkomsel berusaha membuka wawasan para pengguna As yang rata-rata golongan usia kerja tentang alternatif pekerjaan selain menjadi karyawan dan pegawai negeri. Lapangan kerja ini juga tak kalah menjanjikan secara finansial dan prestise.

Seminar ini diikuti sekitar 1050 peserta sehingga harus dibagi menjadi dua sesi yaitu sesi pagi yang dimulai pukul 9 dan sesi siang pada pukul 2. Peserta pun harus memilih kelas-kelas sesuai minat mereka masing-masing. Kelas tersebut terdiri dari kelas movie maker dengan pembicara Mira Lesmana, kelas presenter/penyiar dengan pembicara Farhan, dan kelas event organizer oleh Lolita. Jenis-jenis kelas ini mempresentasikan alternatif profesi yang berusaha diperkenalkan oleh Telkomsel.

“Kami juga tak ragu-ragu mengundang para pembicara yang sudah sangat kompeten di bidangnya”, ujar Indra. Seperti yang telah diketahui, Mira Lesmana adalah salah seorang penggerak di saat perfilman Indonesia tengah “mati suri”. Demikian pula Farhan yang sudah sangat berpengalaman baik sebagai penyiar maupun pembawa acara. Sedangkan Lolita adalah seorang event organizer handal yang mampu menyelenggarakan acara bahkan untuk pihak kepresidenan.

Untuk mengikuti acara ini, peserta hanya perlu mengaktipkan Nada Sambung Pribadi (NSP) yang telah ditentukan kemudian mereka bisa mendapatkan ID card sebagai bukti telah mendaftar. Peserta akan mendapatkan map, buku notes, dan makalah yang akan disampaikan pembicara.

“Acaranya luar biasa, membuka wawasan, dan memotivasi kita untuk melirik profesi lain yang income nya tidak kalah besar”, komentar Agus Setiadi, seorang peserta kelas presenter. Ambaryani, peserta lainnya, menambahkan,”Acaranya mengasyikkan namun tetap bernilai ilmu yang luar biasa”.(B04).

Read more...

LOMBA MENULIS CERITA PENDEK

“ Memperkokoh persatuan bangsa”


Dalam rangka memperingati seabad hari Kebangkitan Nasional pada 20 Mei 2008, Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) DKI Jakarta akan mengadakan Lomba Menulis Ceritera Pendek (Cerpen) dengan tema “ Memperkokoh persatuan bangsa”

Lomba terbuka untuk umum dengan syarat/ketentuan sebagai berikut :

a.. Peserta harus melampirkan foto copy KTP/Kartu identitas lainnya.
b.. Bahasa yang digunakan bahasa Indonesia EYD.
c.. Naskah harus asli bukan terjemahan atau saduran dan belum pernah dipublikasikan baik melalui media cetak maupun elektronik.
d.. Setiap peserta paling banyak mengirim 2 (dua) buah naskah.
e.. Naskah harus diketik dengan menggunakan Microsoft Word di atas kertas HVS ukuran kwarto dengan jarak 2 (dua) spasi, font areal ukuran 12 (duabelas).
f.. Panjang naskah 1500 – 2000 kata dikirim rangkap 3 (tiga) disertai sebuah CD.
g.. Naskah dikirim melalui Pos ke alamat PERHIMPUNAN INTI DKI JAKARTA paling lambat cap pos15 Maret 2008.
h.. Alamat PERHIMPUNAN INTI DKI JAKARTA : Superblok Megaglodok Kemayoran (MGK), Office Tower B lantai 10, Jl.Angkasa kav.B 6, Kota Baru Bandar Kemayoran. JAKARTA 10610.
i.. Pada bagian kiri amplop harus ditulis Sayembara Menulis Cerpen INTI 2008.
j.. Naskah yang tidak memenuhi syarat/ketentuan akan diabaikan.
k.. Keputusan Dewan Juri bersifat final dan mengikat.
l.. Duapuluh Cerpen terbaik akan diterbitkan dengan copy right milik Perhimpunan INTI DKI JAKARTA termasuk hak untuk menyunting judul dan isinya.
m.. Hasil lomba akan diumumkan dalam suatu acara memperingati seabad
hari Kebangkitan Nasional,Mei 2008 dan akan dipublikasikan melalui
Website Perhimpunan INTI (www.inti.or.id), majalah Suara Baru dan Sinergi.
n.. Hadiah :
1.. Juara pertama uang sejumlah 5 (lima) juta rupiah.
2.. Juara kedua uang sejumlah 3 (tiga) juta rupiah.
3.. Juara ketiga uang sejumlah 2 (dua) juta rupiah.
4.. Juara harapan lima orang masing-masing 1 (satu) juta rupiah.


Jakarta, 17 November 2007


Benny G.Setiono Henry Boen
Ketua Sekretaris

Read more...

About This Blog

  © Blogger template Simple n' Sweet by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP