TOEFL score, No Pain No Gain

>> Friday, December 10, 2010

For non-native students who want to apply for a scholarship in International universities, having TOEFL test is one of the requirements. Usually, the minimal score is 500. Some universities even target the minimal TOEFL score of 600.

Achieving those scores is not easy, though. There are three skills which must be mastered equally by the test takers. They are listening, structure, and reading comprehension. In the scoring, these three scores will be converted, added, multiplied by ten, and divided by three.
Thus, being good in one of the skill is not enough.

Many test takers complaint about how difficult it is to get good score from the test. Some people have experienced taking the same test for more than 10 times but nothing change. What is the real problem? One basic point to know about TOEFL test is it measures the knowledge of English from the test takers. Therefore, it is impossible to increase the score if the test takers did not enrich their knowledge about English. Merely learning from a book at a glance is not helping. Learning the materials altogether the night before the test is also futile effort.

The key is learning plan. Just like a football game needs game plan, TOEFL test does too. A student must have been aware of his own knowledge of English and his ability to absorb new material. Knowing this, only the person itself knows how long it takes to prepare for facing the TOEFL test. The next thing to do is searching as many materials to learn as possible. Internet provides many kinds of exercises from listening to reading comprehension. For listening, exposing self to English movies or radio talks, which are also available in the internet, improve learning ability.

Other than having good material sources, it is better to make dateline of learning. For example, I will master from page 1 to 30 in two days. Or I can finish reading ten texts and answer the questions in one day. Probably simple and everybody knows how to do it but only few who actually apply this method.

Finally, if a test taker is serious in doing those steps, undoubtedly the TOEFL score is going to increase. Good luck!

Read more...

Aku Bukan Rendra

>> Thursday, May 6, 2010

aku bukan Rendra
kalau aku mati
tak akan ada 1.200 orang mengantar jenazahku

tak ada puluhan karangan bunga
dunia akan berputar seperti biasa

maka aku tak boleh cepat mati
aku selalu melihat diriku sebagai narasi
memacu harapan terus abadi
maka aku tak boleh gantung diri

rendra tidak pernah mati
ia meninggalkan puisi*

maka aku terus menghitung berapa kali
aku menulis puisi


Pontianak, 28 Agustus 2009

*sebuah tulisan di karangan bunga untuk rendra dari komunitas sastra

Read more...

Mohon Dukungannya di Djarum Black Blog Competition Vol. 2

>> Saturday, February 13, 2010

Djarum Black Blog Competition adalah lomba blog yang menuntut peserta menjadi kreatif, ekspresif, dan peduli dengan sekitarnya. Dari pengalaman tahun lalu, cara penulisan bukan kriteria utama. Blog yang unggul terletak pada kecerdasannya memilih ide. Poin tambahan juga sepertinya diberikan pada desain yang kreatif dan catchy. Berbeda dengan tahun lalu, ada kategori juara favorit yang ditentukan dengan vote.

Dibanding tahun lalu, kompetisi kali ini menjanjikan hadiah yang lebih menarik. Juara 1 mendapatkan netbook DELL, Juara 2 mendapatkan Blackberry Javelin, Juara 3 mendapatkan Blackberry Gemini, Juara favorit mendapatkan iPOD Touch 8 GB, dan 7 blog terpilih lainnya mendapatkan voucher 500 ribu rupiah.


Hingga saat ini, peserta yang terdaftar sudah berjumlah sekitar 500 blog.


Salah satunya saya. Tahun lalu saya belum berkesempatan menang. Tapi saya yakin, tahun ini saya bisa berusaha lebih keras. Mudah-mudahan bisa menjadi satu di antara 10 blog terbaik. Mohon dukungannya untuk vote Yauma Yulida Hasanah dan kunjungan di blog Black Generation. Ada banyak info menarik yang layak dibaca.


Semoga lomba ini membuka kesempatan para blogger menjadi lebih bersahabat dan bersaing secara sehat.


Go Blogging!



Read more...

Di Balik Jendela

>> Wednesday, December 30, 2009

Tanggal 31 Desember. Seorang anak manusia di tengah tumpukan pekerjaannya berpaling ke jendela. Ia berhenti menuliskan laporan akhir tahun, memberikan sedikit celah untuk bertanya pada diri sendiri,”Apa yang telah kulakukan pada hidupku?”

Di luar, mobil ngebut seolah tak ada hari esok. Truk pembawa kembang api mengklakson-klakson seperti jam 12 malam tinggal sedetik lagi. Pengendara motor menggeleng-geleng pada pengemudi sepeda, mungkin bertanya-tanya kenapa di hari sesibuk ini masih ada yang mau pakai sepeda.

Kaca memantulkan ia juga. Garis matanya telah timbul, rambut acak-acakan, dan perut buncit seperti Santa. Ia menghela napas.

“Ini yang kuperbuat pada diriku. Entah apa lagi.”


Pontianak, 31 Desember 2009

Read more...

Apa Kabar Bos?

>> Thursday, September 24, 2009


Apa kabar Bos?
Sudah mati belum?
Orang-orang sudah menunggu tuh
Mereka terus bertanya-tanya
Kapan bulir peluru menancap di dadamu

Hei, Bos.
Beberapa dari mereka malah rindu
Melihat kepalamu digantung di langit-langit
Seperti rusa yang diawetkan

Betapa bangganya kau, Bos
Kematianmu dirayakan
Kau pahlawan bagi yang melawan
Kau musuh bagi humanitarian
Kematianmu dirayakan
Diteriakkan dari ujung jalan
Oleh mereka yang sibuk mencari pahlawan

Bos,
Aku tau kau masih di sana
Dalam hati mereka yang percaya mati itu indah
Dalam jiwa pemuda yang mempertahankan miliknya
Dalam sebuah negara seperti Indonesia

Karena teroris tak pernah mati


Pontianak, 18 September 2009

Read more...

About This Blog

  © Blogger template Simple n' Sweet by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP